Cara Teknis Memelihara Ternak Sapi Potong

Cara Teknis Memelihara Ternak Sapi Potong

-Teknis memelihara dan beternak sapi potong memiliki persyaratan dan cara yang harus diketahui jika kita ingin berhasil dalam usaha peternakan sapi. Ada beberapa pengetahuan dasar yang harus diketahui yaitu : manajemen pakan sapi, mutu dan kwalitas bibit, bentuk perkandangan sapi, manajemen kesehatan sapi dan manajemen reproduksi sapi.
Cara Memelihara Sapi Limousine
Di Indonesia jenis sapi potong yang biasa dipelihara adalah jenis sapi Bali dan sapi Ongole, dimana kedua sapi tersebut mempunyai adaptasi yang baik di lingkungan Indonesia. Ciri-ciri sapi Bali: kaki pendek, badan panjang, ukuran lingkar dada cukup besar, cepat dewasa. Kesuburan tinggi serta memiliki daging berkualitas baik.
Sedangkan Sapi Ongole merupakan jenis sapi dwiguna untuk tenaga kerja dan sapi potong. Kesuburannya kurang, lambat dewasa, kakinya panjang akan tetapi lebih besar ukurannnya dibanding dengan sapi Bali. Untuk memperoleh hasil maksimal, peternak harus mengetahui tehnik beternak sapi potong yang terangkum dalam Panca Usaha yaitu: bibit dan reproduksi, makan ternak, tata laksana pemeliharaan, kandang dan peralatan serta kesehatan dan penyakit sapi.
Disamping sapi jenis Bali dan Ongole, saat ini juga sedang dikembangkan di beberapa daerah di Indonesia beberapa sapi luar yaitu sapi jenis limousine, simental dan brahman cross ( BX). Berdasarkan hasil lapangan bahwa jenis sapi luar tersebut sangat sulit untuk bereproduksi atau dengan istilah lain bahwa sapi jenis Bali dan Ongole ataupu PO lebih bagus tingkat reproduksinya di banding dengan sapi limosin ataupun simental. Untuk itu perlu di pertimbangkan dan di kaji ulangi mengenai perkembangbiakan jenis sapi limousin dan simental di Indonesia, namun jika ditemukan cara yang efektif untuk meningkatkan reproduksi jenis sapi ini maka program swasembada daging sapi akan mudah tercapai. Pasalnya bahwa tidak dipungkiri lagi bahwa jenis sapi limousin dan simental memiliki berat tubuh yang lebih besar daripada sapi Bali maupun Peranakan Ongol (PO).


CARA MEMELIHARA SAPI YANG BAIK


Perkandangan Sapi
Bentuk Perkandangan sapi pada dasarnya dibagi menjadi dua yaitu kandang kelompok/komunal dan kandang individu/perorangan.

A. Kandang Sapi Kelompok/Kandang Penampungan 
Sebaiknya sapi-sapi yang baru datang itu dikumpulkan di dalam satu kandang penampungan/kandang kelompok misalnya dengan ukuran 7x9 m yang dapat menampung 20 ekor betina dan 1 ekor jantan. Syarat-syarat kandang kelompok adalah sebagai berikut :
  1. Letak strategis, dekat dengan rumah ketua kelompok 
  2. Tersedia tempat pakan dan minum secukupnya untuk 20 ekor sapi. 
  3. Kandang terletak pada tanah datar dan diatur untuk memudahkan naik turun ternak yang bunting ke atas truk. 
  4. Tersedia saluran pembuangan dan penampungan air yang baik. 
  5. Dilengkapi dengan kandang jepit untuk kegiatan pemeriksaan kebuntingan kegiatan vaksinasi dan lain-lain. 
  6. Pintu masuk harus kuat dan jalan masuk sapi harus landai. 

B. Kandang Sapi Perorangan 
Syarat-syarat kandang sapi perorangan yang harus diperhatikan adalah :
  1. Dekat sumber air 
  2. Lantai dibuat miring dan lebih tinggi daripada saluran pembuangan dibelakang untuk memudahkan pembuangan kotoran. 
  3. Lantai kandang berupa tanah yang dipadatkan atau berupa kayu bulat yang disusun. 
  4. Kandang terbuka pada tiap sisinya dengan atap yang cukup tinggi. 
  5. Atap dapat dibuat dari alang-alang atau genting. 
  6. Bak makanan dibuat dengan ukuran lebar 50cm,dalam 30cm,panjang 60 cm dan tinggi dari permukaan tanah 0.5 m untuk tiap ekor. 
  7. Tiang/ tonggak kandang harus cukup kuat untuk mengikat ternak. 
  8. Tersedia tempat penampungan kotoran yang letaknya tidak jauh dari kandang dan sebaiknya ditutup.


Cara Pemberian Makanan/Pakan Sapi


Kebutuhan pakan sapi harus dilihat dari umur dan berat badannya dan harus memiliki kwalitas pakan yang baik untuk berkembang dan bereproduksi. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :
  1. Jumlah dan Mutu Makanan Sapi
  2. Semua makanan ternak mengandung air dan bahan kering misalnya rumput muda mengandung 80% air tapi rumput kering hanya 20% air. Jumlah bahan kering dalam makanan penting dalam perhitungan mutu makanan. Seekor sapi memerlukan bahan kering sebanyak 2.5%-2.8% dari berat badannya jika berat badan 300 kg maka akan memerlukan 7.5 kg bahan kering untuk dimakan perhari atau setara dengan 40 kg rumput muda. Pada sapi laktasi, ia membutuhkan penambahan zat makan makanan lebih kurang 25% dari jumlah yang didapat dicerna oleh seekor sapi pada saat kering untuk sapi-sapi yang mempunyai berat badan sama. Pada keadaan ini kemampuan untuk mengkonsumsi bahan kering diperkirakan sebanyak 12.5 kg bila bahan kering ini berasal dari rumput muda, maka kebutuhan makanan mereka tercukupi termasuk untuk anaknya. Para petani yang memberi makan sapi-sapinya dengan rumput muda terpaksa harus memotong dan mengangkut 60 kg rumput segar setiap hari untuk diberikan kepada sapi yang sedang laktasi, karna pada rumput muda kandungan airnya tinggi maka untuk memenuhi kebutuhan akan bahan kering perlu penambahan dalam jumlahnya dalam keseluruhan..
    Jumlah makanan yang diberikan ditentukan oleh mutu makanan itu sendiri. Kalau diberi makanan bergizi, ternak akan makan lebih banyak dan makanan yang bergizi tinggi dapat mudah dicernakan, jika perut sudah kosong maka sapi akan makan lagi. Lebih banyak makan, kondisi lebih baik dan kotorannya dapat dipakai untuk pupuk di kebun. Terlebih dahulu diseleksi rumput-rumput yang akan dipotong sebelum diberikan pada sapi. Para petani menyeleksi rumput yang hijau dan muda cukup untuk kebutuhan sapi, kalau gizi cukup tinggi sapi akan tumbuh lebih cepat. Biasanya sapi akan mencerna kira-kira 60% dari semua nutrisi dalam rumput muda tropis, rumput tua nilai gizinya rendah.
    Contohnya alang-alang muda dibawah umur 4 minggu nilai gizinya masih baik, tetapi sudah lewat 4 minggu daunnya akan menjadi kasar dan gizinya berkurang serta terlalu banyak seratnya dan sapi tidak dapat mencernanya. Apabila terlalu banyak alang-alang tua dicerna maka sapi akan kurus. Daripada alang-alang lebih baik diberikan rumput seteria dan gajah yang tua karena masih dapat mencernannya sampai 50%.
    Kalau peternak menghasilkan cukup banyak rumput yang muda biasanya tidak akan ada masalah, tetapi kadang-kadang rumputnya kurang berprotein. Ketahanan dan kekuatan tubuh berkurang karena rendahnya kalori kurang protein akan mengakibatkan terbatasnya produksi susu sereta reproduksinya akan turun.
    Jumlah makanan yang akan dimakan sapi ditentukan oleh kualitas makanan tersebut. Untuk makanan yang daya cernanya tinggi jumlah bahan makanan akan meningkat karena makanan yang mudah dicerna tersebut akan melalui kantong pencernaan secara cepat, makanan sebaiknya diberikan dalam jumlah yang melebihi kebutuhan untuk memberi kesempatan pada hewan ternak untuk dapat sedapat mungkin memilih bahan makanan yang terbaik. Perlu diingat hewan yang makannya lebih banyak, ia akan tumbuh lebih baik, demikian juga kemampuan bekerja dan reproduksinya.
    Kecuali kebutuhan protein tercukupi, maka hewan tidak akan tumbuh semopurna dan juga tidak akan memperlihatkan prestasi reproduksi yang memuaskan. Protein ini sangat penting khususnya pada masa laktasi, dimana sapi tidak hanya memproduksi susu, tetapi juga akan dapat dikawinkan kembali agar menghasilkan anak turunan.




  3. Makanan yang penting bagi sapi yang dikerjakan :
  4. Bila petani memperkerjakan sapi pada tiga bulan pertama masa laktasi, maka sapi tersebut akan terlambat masa birahinya sehingga petani tersebut tidak akan memperoleh anak sapi setiap tahun, hal ini tentu tidak diharapkan. Jika sapi tersebut dipekerjakan, sebaiknya hanya beberapa jam setiap hari dan hanya kerja ringan. Demikian juga setelah dikawinkan sebaiknya menghindari kerja pada dua bulan awal kebuntingan dan dua bulan akhir kebuntingan dimana sapi sedang bunting tua. Pada umumnya, rumput-rumput yang baik kualitasnya akan dapat memenuhi kebutuhan mineral. Kadang-kadang kekurangan fosfor, belerang, tembaga dan kobalt dapat menimbulkan masalah komposisi makanan yang mengandung urea dibawah ini disamping untuk meningkatkan kadar protein dapat juga diberikan untuk menghindarti kemungkinan kekurangan mineral
    Campuran makanan yang diberikan kepada seekor hewan 200 hari adalah sbb:
    Urea............................................................ 11.4 kg
    Batu kapur ....................................................5.44 kg
    Tepung karang atau karang fosfat .................. 5.44 kg
    Potassium chlorida (garam dapur) ................10.88 kg
    Garam (mengandung 2gr Potassiumiodida) .....5.44 kg
    Seng Sulfat ......................................................164 g
    Sulfur (Belerang) ..............................................320 g
    Tembaga Sulfat ..................................................27 g
    Kobalt Sulfat .......................................................2 g
    Jumlah Total untuk 200 hari adalah 39.37 kg
    Jumlah ransum per hari 205 gram
    *** Catatan Penting :(Petani harus berhati-hati dalam memberikan urea sebagai campuran makanan karena pemberian urea yang salah dapat menyebabkan keracunan. Karena urea dapat menyebabkan kematian dengan cepat oleh karena itu pemberian antidota asam cuka(vinegar) harus dilakukan terhadap sapi yang mengalami ovgerdosis urea).
    Berhubung jumlah campuran yang diberikan hanya 205 gram per hari, waktu pencampuran zat-zat kimia di atas hendaknya benar-benar sempurna. Untuk menjaga agar jumlah konsumsi dapat tepat, ransum untuk satu minggu (1.4 kg) sebaiknya dicampurkan dengan konsentrat seperti dedak pada (5,6 kg) kemudian diberikan untuk satu minggu sama banyak, yaitu masing-masing satu kilogram perhari.
    Pada kondisi normal di Indonesia, difinisi atau kekurangan vitamin biasanya tidak terjadi. Setiap hari rata-rata seekor sapi minum air sebanyak 10% dari berat badannya. Oleh karena itu untuk seekor sapi yang beratnya 350 kg harus disediakan sekurang-kurangnya 35 liter air munum setiap hari. Apabila konsumsi air terbatas, konsumsi makanan juga terbatas akan mengakibatkan teanag menurun.
    Air untuk persediaaan selalu bersih dan segar dan selalu tersedia untuk sapi. Kebutuhan makanan atau perubahan jenis makanan secara mendadak juga akan menyebabkan stress. Tingkat pemberian makanan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi fertilitas sapi. Kemampuan reproduksi seekor sapi dara sangat erat hubungannya dengan kondisi dan berat badan dari sapi tersebut.

PENINGKATAN JUMLAH PROTEIN DALAM MAKANAN PADA PERIODE-PERIODE KRITIS.

Ada beberapa makanan yang memiliki nilai protein tinggi untuk menyusun ransum pakan sapi yg dalam keadaan kritis. Yang dimaksud kritis adalah keadaan sapi yang sangat kurus dan harus segera di pulihkan berat badannya. Untuk memulihkan berat badan sapi dengan cepat, ada berberapa jenis bahan pakan yang baik untuk sapi, diantara adalah sebagai berikut :

Tepung Ikan.
Merupakan salah satu tambahan makanan sapi yang baik karena banyak mengandung lemak & protein. Kira-kira 80% protein ikan lewat microflora dikantong pencernaan selama periode perttumbuhan atau laktasi. Peternak membuat tepung ikan akan terlalu mahal dan sulit diperoleh. Makanan tambahan makanan dapat dibuat dari bahan-bahan lain. Makanan tambahan, ikan akan menambah nafsu makan induk sapi dan mudah dicerna.

Dedak
Cukup baik dengan kadar protein dari 4.5 % sampai 7,5% kualitasnya tergantung dari beberapa banyak kulitnya padi bercampur dengan dedak. Dedak sulit untuk disimpan, walaupun biasanya cukup tersedia dengan harga yang rendah terutama mesin penggiling sesudah pada mesin panen.

Tumbuhan kacang-kacangan
Kacang-kacangan, kalopa dan tunas dari kedelai dan kacang tanah juga kaya aan protein. Di masyarakat kita nampak dari kiri kanan jalan, tanah gundukan yang daerah penggembalaan umum dan dapat diperoleh jenis tanaman yang bernilai tinggi. Kadar kandungan protein yang tinggi, dapat diberikan kepada sapi-sapi jantan maupun betina.

Pohon kacang-kacangan.
Daun tumbuhan kacang-kacangan (mis: daun lamtoro) mengandung 20% protein yang dapat dicerna. Setiap petani sebaiknya menanam jenis tumbuhan ini disekeliling rumahnya. Satu kilogram tumbuhan kacang-kacangan mengandung 230 gram protein yang dapat dicerna dan 170 gram energi dapat dicerna. Tiga batang pohon dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan sapi akan protein. Pada musim hujan, memotong pagar hidup didekat rumah jauh lebih murah daripada harus berjalan jauh untuk cari rumput berkualitas baik dan membawanya pulang.
Dewasa ini, lamtoro terserang sejenis hama serangga Heteropsylla cubana (kutu loncat). Jika hal ini merupakan masalah yang cukup berat, maka para petani dapat menggantikan lamtoro dengan Gamal glicirida, turi atau Caliandra, spesies ini tidak memproduksi zat makanan yang dapat dicernas sebanyak lamtoro dan sapi tidak suka makanan glicirida segar melainkan perlu pelayuan dahulu untuk meningkatkan palatabilitas (agar sapi mau memakannya).

Daun singkong 
Daun singkong mengandung 15% protein yang dapat dicerna sapi-sapi sebaiknya diberi pakan daun singkong dalam jumlah sedikt pada taraf permulaan, sedikit demi sedikit dapat ditambah jumlahnya, karena daun singkong dapat menyebabkan keracunan. Daun singkong banyak mengandung asam syanida yang bersifat racun tetapi akan segera berkurang apabila daun tersebut sebelum dimakan sapi. 

Demikianlah mengenai cara memelihara ternak sapi potong dan manajemen pakannya, semoga bermanfaat. Kemudian mengenai masalah reproduksi dan kebuntingan pada sapi, kita sambung dikemudian hari..... terimaksih dan selamat malam untuk semua...wasalam.

Support : DMCA Protection | Penyakit Hewan
Copyright © 2013. PENYAKIT HEWAN - All Rights Reserved
Kontak Kami
Template Modify by PENYAKIT HEWAN
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger